Sterilisasi pada anjing, perlukah?
sterilisasi

Sterilisasi pada anjing, perlukah?

Melakukan sterilisasi pada binatang peliharaan yang berkembang biak, termasuk anjing, adalah pilihan yang tak salah. Kalau manusia aja kenal istilah KB dan kontrasepsi, masa anjing dibiarin beranak-pinak terus sih?

Menurut Dokter Antonia Agnes yang dihubungi Kaos Asu, seekor anjing betina yang sudah mengalami masa loop/estrus, dalam setahun ia bisa melahirkan 2-3 kali dengan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan beragam dari 1-22 ekor tergantung dari ras anjingnya!

Yang jadi masalah, kalau pemilik sudah tidak sanggup memelihara lantas persoalan yang dikhawatirkan pun terjadi; mereka akan membuang para anjing tersebut. Hal ini diperburuk dengan munculnya masalah-masalah reproduksi akibat proses kelahiran yang tidak steril, misalnya.

Drh Antonia Agnes (Facebook)

Lebih jauh, Dokter Agnes menjelaskan beberapa fungsi tindakan steril (panhisterektomi/spay/neuter) pada anjing.

Pertama, sterilisasi mencegah terjadinya over populasi dan mencegah penelantaran anjing akibat ketidakmampuan pemilik merawat keturunan-keturunan anjingnya. 

Kedua, sterilisasi mencegah terjadinya penyakit-penyakit reproduksi akibat proses kelahiran yang tidak bersih atau akibat gangguan hormonal reproduksi (pada betina) dengan catatan dilakukan operasi steril yang baik dan benar.  Dan bukannya tidak mungkin juga, terkadang proses operasi steril yang tidak sesuai SOP malah menimbulkan masalah bagi si anjing di kemudian hari. Oleh sebab itu prosedur operasi steril haruslah dilakukan sesuai dgn SOP. 

Ketiga, sterilisasi membantu menurunkan tingkat agresifitas anjing (pada anjing jantan), terutama pada anjing-anjing berkarakter alfa dan dominan.

Keempat, ada survei yang menyatakan bahwa steril juga memperpanjang peluang hidup si anjing, lagi-lagi dengan catatan ketika operasi steril dilakukan sesuai SOP yang tepat.

Mengenai harga, Dok?

“Tergantung berat badan. Makin berat bobotnya makin mahal karena makin banyak obat bius yang harus disuntikkan. Tapi rata-rata di kisaran harga 400 ribu -2 juta rupiah!” demikian ujarnya, “Kecuali mungkin pada saat program baksos (bakti sosial) steril bersubsidi,  harga bisa ditekan karena ada subsidi dari donatur.”

Tinggalkan Balasan

Close Menu
×

Cart